Sejarah S2 Kesehatan Masyarakat

Sejarah:

Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat berdiri sejak tahun 1984. Namun sejak tahun 2005 pindah pengelolaan dari program pascasarjana ke Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Lokasinya berada di Kampus C Universitas Airlangga di Jalan Mulyorejo Surabaya. Saat ini akreditasi prodi pada peringkat A sesuai dengan Keputusan BAN PT. Nomor 425/SK/Ban-PT/Akred/M/2014 tanggal 24 Oktober 2014. Saat ini Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat mempunyai 5 minat studi: Biostatistika, Gizi Kesehatan Masyarakat, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Kesehatan Ibu dan Anak dan Kesehatan Jiwa Masyarakat. Jumlah Mahasiswa baru angkatan tahun 2016/2017 sebanyak 45 orang. Secara keseluruhan total mahasiswa di tahun akademik 2016/2017 sebanyak 134 orang.

Kurikulum Program Studi (prodi) Magister Kesehatan Masyarakat mengalami beberapa perubahan mengikuti sejarah prodi. Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat telah berdiri sejak tahun 1981 untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kapasitas dosen pengajar bagian kesehatan masyarakat di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Meluasnya kebutuhan jenjang pendidikan dosen di lingkungan Universitas Airlangga, maka pada tahun 1983 pengelolaan Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat berpindah ke Fakultas Pasca Sarjana Universitas Airlangga berdasar SK Rektor Universitas Airlangga tanggal 12 Oktober 1983, nomor 6228/PT.03.01/I/1983. Pendirian Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga diperkuat dengan terbitnya SK pendirian dari SK Dirjen Dikti Depdiknas No.117/DIKTI/Kep/1984 pada tanggal 24 September 1984, dan dimulai penerimaan mahasiswa baru dari berbagai wilayah tanah air. Setelah mempertimbangkan jenis pendidikan magister kesehatan masyarakat yang merupakan satu bidang ilmu kesehatan masyarakat dan kajian mendalam efisiensi pengelolaan maka pengelolaan kembali ke fakultas kesehatan masyarakat. Pengelolaan resmi berpindah ke fakultas berdasar pada SK Rektor No.7823/J03/PP/2004 pada tanggal 19 Oktober 2004 tentang pengelolaan Program Pendidikan Magister Pascasarjana Universitas Airlangga kembali ke masing-masing Fakultas yang ada di Universitas Airlangga Surabaya.

Pertumbuhan dan perkembangan Program Studi Magister Kesehatan sejalan dengan tuntutan kebutuhan tenaga magister untuk pelayanan kesehatan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dari stakeholder baik pemerintah daerah, institusi kesehatan pemerintah, juga pihak swasta maupun dengan para alumni Ilmu Kesehatan Masyarakat. Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat terbuka bagi setiap lulusan S1, yang berdasarkan pemikiran bahwa pemecahan permasalahan kesehatan tidak hanya dari pendekatan faktor kesehatan, tetapi juga memerlukan pendekatan diluar faktor kesehatan. Berdasarkan pemikiran tersebut Program Magister IKM selain menerima mahasiswa S1 linier (SKM, dokter) juga menerima mahasiswa S1 non linier yang mempunyai latar belakang atau terkait dengan bidang kesehatan. Supaya dapat memberikan dasar pemahaman pengetahuan ilmu kesehatan masyarakat, maka bagi mahasiswa S1 non linier diwajibkan mengikuti matrikulasi ilmu kesehatan masyarakat sebelum perkuliahan semester satu dimulai.

Pada awal terdapat 9 minat studi (kesehatan lingkungan, epidemiologi, promosi kesehatan dan ilmu perilaku, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan dan keselamatan kerja, biostatistika, kependudukan dan administrasi kebijakan kesehatan). Perkembangan 10 tahun terakhir sesuai dengan permasalahan kesehatan yang muncul di masyarakat dan perubahan kebijakan bidang kesehatan mempengaruhi kebutuhan tenaga kesehatan. Memenuhi tuntutan kebutuhan tenaga kesehatan maka muncul beberapa prodi yang bersal dari minat studi dilingkungan Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. Prodi Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) berdiri pada tahun 1999, disusul berdirinya prodi Magister Kesehatan Lingkungan (KL) dan Prodi Magister Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada tahun 2008. Mulai tahun 2009/2010 Prodi Magister Kesehatan Masyarakat mempunyai 6 minat studi yaitu: Biostatistika, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Gizi Kesehatan Masyarakat, Epidemiologi dan Kesehatan Jiwa Masyarakat. Tentang minat studi kependudukan ditutup berhubung peminat tidak ada sejak berakhirnya masa dominasi faktor kependudukan dalam pembangunan di Indonesia di masa reformasi. Dampak tidak berjalannya program KB menimbulkan peningkatan kehamilan dan menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu melahirkan. Berdirinya minat KIA merupakan antisipasi prodi terhadap kebutuhan tenaga dalam upaya pemerintah menurunkan masalah kesehatan ibu dan anak yang memerlukan tenaga yang mampu membantu menganalisis berbagai penyebab dan menyusun upaya penurunan angka kematian ibu melahirkan dan balita. Upaya kesehatan masyarakat meliputi pula peningkatan kesehatan jiwa masyarakat, yang masih memerlukan advokasi kepentingan pemerintah dari Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat melalui lulusan minat kesehatan jiwa.

Kurikulum mengalami perubahan terakhir pada tahun 2012, perubahan kurikulum (redesain kurikulum) tersebut diawali dengan pertemuan stakeholder yakni alumni dan pengguna, serta semua dosen dibahas kebutuhan metode pembelajaran yang dapat memberikan kepada mahasiswa suatu pengalaman langsung di masyarakat dan institusi terkait. Residensi pada awal merupakan metode yang dipakai di minat promosi kesehatan, diberlakukan pada semua minat studi. Pada tahun 2011 dengan diterapkan sistem penjaminan mutu di UNAIR bahwa berlaku proses belajar mengajar yang memakai kurikulum sah berdasarkan SK Rektor. Dibawah bimbingan LP3UA, pada tahun 2013 dilakukan penyempurnaan kurikulum yang telah tersedia dengan telaah memperhatikan efisiensi tentang beban SKS masing-masing mata ajar setiap minat, yang lengkap dengan strategi pembelajaran.